NETAND Akan Memperkenalkan Keunggulan Keamanan Korea melalui Kemitraan [IND]
신현준 기자
kyu0406@naver.com | 2026-03-12 15:06:12
Strategi ‘Win-Win’ Jangka Menengah dan Panjang dari Perusahaan Sistem Keamanan No.1 di Korea selama Del
NETAND, perusahaan keamanan terkemuka di Korea dalam bidang keamanan akses dan manajemen akun (IAM), mengusung kata kunci 'Leverage' sebagai strategi utama dalam ekspansi ke pasar luar negeri mereka. Alih-alih melakukan investasi modal berskala besar secara gegabah, perusahaan ini berencana memasuki pasar dengan perspektif jangka menengah hingga panjang melalui kemitraan dengan pasar dan mitra lokal. Strategi ini merupakan salah satu metode bertahan hidup yang mereka temukan di pasar global yang kompetitif, seperti 'hutan rimba' di mana kemajuan teknologi saja tidak menjamin kesuksesan bisnis secara langsung. Kami bertemu dengan Lee Doo Hyeong, Executive Director yang memimpin Tim Bisnis Global NETAND, untuk mendengar langsung tentang proses dan strategi di balik ekspansi luar negeri tersebut.
“Kita harus bersikap realistis. Daripada mengeluh tentang tingginya hambatan pasar asing, kita harus bercermin dan melihat apakah kita sendiri sudah benar-benar siap.”
Executive Director Lee Doo Hyeong menyampaikan hal itu dengan tegas. Sebagai seorang veteran yang telah membuktikan kemampuannya selama lebih dari 20 tahun di berbagai perusahaan global ternama seperti HP dan Dell, kalimat pertamanya bukanlah sebuah pernyataan pasti, melainkan sebuah analisis.
“Perusahaan-perusahaan Korea cenderung menyaring budaya asing melalui kacamata 'gaya Korea' daripada menerimanya apa adanya saat merambah pasar internasional. Strategi seperti itu sangat rentan gagal di pasar global. Terutama di pasar Asia, pelanggan luar negeri sangat menjunjung tinggi penghormatan terhadap budaya, adat istiadat, serta regulasi setempat. Sekalipun sebuah perusahaan memiliki reputasi luar biasa di Korea, jika terlalu percaya diri pada teknologi dan pencapaiannya sendiri tanpa benar-benar memahami budaya lokal, pada akhirnya hampir pasti akan menghadapi kesulitan.”
Jebakan ‘Meeting yang Berakhir Setelah Jabat Tangan’… Mengutamakan ‘Mitra Lokal’ daripada Sekadar Pertemuan Formal
Executive Director Lee Doo Hyeong secara khusus menekankan keterbatasan pendekatan penjualan langsung (direct sales). Beliau menjelaskan, “Ketika berkomunikasi langsung tanpa reseller, suasananya biasanya terasa sangat positif. Namun setelah berjabat tangan dan saling mengucapkan ‘terima kasih’, biasanya semuanya berakhir di situ. Ketika kita kembali ke Korea dan kemudian bertemu lagi di lain waktu, semuanya seolah kembali ke titik awal.” Beliau juga menambahkan, “Menyewa ruang di pameran megah atau mengadakan acara besar di mana staf dari kantor pusat datang hanya untuk berbicara beberapa patah kata, itu sama sekali tidak ada artinya.”
Melanjutkan penjelasannya, Executive Director Lee Doo Hyeong memaparkan, “Namun, begitu kita benar-benar membangun kantor dan memasuki tahap operasional, kita tidak lagi dianggap sebagai tamu yang sekadar mampir, melainkan sebagai mitra yang bekerja bersama. Setelah pertemuan pun selalu ada hal lanjutan yang bisa dibicarakan, dan variabel positif juga semakin banyak muncul. Untuk meyakinkan dan mendukung pelanggan, pada akhirnya kita memang harus memiliki mitra yang bekerja bersama di lapangan.”
NETAND Menetapkan “Standar Global” dan Bertumbuh melalui “Pertumbuhan Organik (Organic Growth)”
Solusi yang diajukan oleh Executive Director Lee Doo Hyeong pada dasarnya ada dua, yaitu standar global dan pertumbuhan organik (organic growth).
“NETAND ingin membangun standar global dan mengembangkan sistem yang disesuaikan dengan lingkungan pelanggan di luar negeri. Pohon yang berakar kuat pada akhirnya akan tumbuh besar. Kami tidak akan menghabiskan uang seperti praktik mass marketing yang kini dilakukan banyak perusahaan. Mengeluarkan uang tidak otomatis menjamin hasil. Ibaratnya seperti di lembah dengan air yang jernih dan banyak ikan, jika kita sembarangan memasukkan tangan, belum tentu kita bisa menangkap satu pun. Strategi dasarnya adalah Leverage, namun kami melihatnya dari perspektif pertumbuhan organik (organic growth). Sekalipun hanya bertemu satu orang, kami ingin menemukan mitra yang saling membantu (Win-Win Partner). Kami bahkan membantu pertumbuhan tenaga kerja muda dari awal. Itulah alasan NETAND berpartisipasi selama dua tahun berturut-turut dalam program SMTP (Pengembangan Tenaga Ahli Keamanan Informasi di Asia Tenggara) yang diselenggarakan oleh KISIA. Dengan membina basis talenta lokal dan memperluas jaringan, efektivitas eksekusi pasar kami pun akan ikut berkembang dalam jangka panjang.”
Memanfaatkan HI-WARE sebagai Pemimpin Pasar Korea... Membidik Posisi Nomor Satu di Pasar PAM Asia
NETAND merupakan perusahaan yang telah mempertahankan posisi pertama dalam pangsa pasar kontrol akses terintegrasi di Korea selama 10 tahun terakhir. Perusahaan ini juga telah membangun kepercayaan teknologi dengan lebih dari 1.500 perusahaan pelanggan. Solusi unggulannya adalah 'HI-WARE', sebuah produk manajemen akun dan kontrol akses terintegrasi.
HI-WARE bukan sekadar solusi kontrol akses biasa, melainkan solusi terpadu yang dilengkapi dengan berbagai fungsi. Solusi ini mencakup beragam bidang keamanan secara menyeluruh, mulai dari kontrol akses sistem dan kontrol akses basis data (DB), hingga manajemen akun untuk sistem, DB, dan AD (Active Directory). Selain itu, HI-WARE juga menyediakan manajemen kunci autentikasi SSH CA, mobile OTP, serta pengelolaan kata sandi CCTV. Dengan menggunakan HI-WARE, administrator dapat mengelola akun pengguna dan hak akses secara terpusat dalam satu platform. Teknologi ini membantu mengurangi waktu pengelolaan dan kesalahan manusia dalam lingkungan infrastruktur berskala besar, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Secara khusus, HI-WARE didasarkan pada arsitektur 'Zero Trust' yang kini menjadi topik utama keamanan global, di mana setiap akses pengguna diverifikasi dan dikelola secara bertahap. Solusi ini memiliki sistem dukungan yang fleksibel, baik untuk lingkungan cloud maupun on-premise (instalasi internal). Berdasarkan keunggulan tersebut, Executive Director Lee Doo Hyeong menyatakan bahwa strateginya adalah mendukung para mitra di luar negeri agar dapat menyediakan panduan keamanan yang dioptimalkan sesuai dengan lingkungan IT pelanggan lokal yang kompleks.
“Tujuan utama kami saat ini adalah setidaknya menjadi Nomor Satu (No.1) di Asia dalam bidang PAM (Solusi yang memungkinkan perusahaan dan lembaga mengendalikan serta memantau akses sistem dan akun dengan hak istimewa secara terpusat). Untuk mencapai hal itu, jika kami hanya mengejar penjualan dalam jangka pendek, hasilnya tidak akan langsung terlihat. Karena itu, kami lebih berfokus pada upaya mencari dan membangun fondasi yang dapat menopang pertumbuhan jangka panjang.”
[ⓒ CWN(CHANGE WITH NEWS). 무단전재-재배포 금지]